Samarinda saat ini sudah seperti kota-kota besar di pulau Jawa yang padat lalu lintasnya. bukan karena penduduknya yang padat, tapi karena ruas jalan yang tidak laik untuk dilalui, ditambah lagi banyaknya jumlah sepeda motor yang ada di Samarinda. Faktor kemudahan memiliki sepeda motor baru, yang didominasi produk dari jepang yang notabene selalu mengeluarkan produk baru, menjadikan Samarinda menjadi salah satu kota yang bisa disebut sebagai kota sejuta motor
kota sejuta motor
April 20, 2008air selalu mencari tempat yang lebih rendah
April 18, 2008seperti air yang mengalir mencari tempat yang lebih rendah, begitu pun dengan dagang, pembeli umumnya mencari harga termurah atau terendah barulah barang dikatakan best seller ataupun tidak.
Produsen Sepakat Kurangi Laba untuk Tekan Harga
Oktober 14, 2007Jakarta, Kompas – Produsen minyak sawit mentah atau CPO dan minyak goreng sepakat mengurangi laba untuk menyubsidi harga minyak goreng di pasar dalam negeri. Kesepakatan sukarela ini diharapkan mampu mengendalikan harga minyak goreng dalam negeri dari Rp 8.000 menjadi Rp 6.500-Rp 6.800 per kilogram dalam sebulan.
“Produsen CPO dan minyak goreng sudah menyampaikan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasar dalam negeri. Mereka mau mengorbankan marjin keuntungannya sehingga minyak goreng bisa dilepas dengan harga murah di tingkat pengecer,” kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris di Jakarta, Selasa (5/1). Sebelumnya Fahmi dan Menteri Perdagangan (Menperdag) Mari Elka Pangestu mengadakan rapat tertutup dengan pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (Aimmi), dan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni) di Departemen Perindustrian.
Rapat berlangsung selama 3 jam, dari semula dijawalkan hanya dua jam. Pemerintah memutuskan, produsen CPO dan minyak goreng harus menjamin pasokan kebutuhan konsumen.
Rapat juga menyepakati harga CPO untuk produksi minyak goreng dalam negeri Rp 5.700 per kilogram (kg) dengan marjin Rp 400, harga minyak goreng franko pabrik Rp 6.100, sehingga harga di tingkat pengecer Rp 6.500-Rp 6.800 per kg.
Total kebutuhan minyak goreng di Pulau Jawa berkisar 225.000-300.000 ton per bulan. Sebanyak 100.000 ton merupakan kebutuhan masyarakat.
Aimmi menekankan agar produsen CPO menjamin pasokan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan pasar Pulau Jawa.
Dalam rapat, pemerintah mendata produsen mana saja yang menyatakan kesiapannya berkontribusi minyak goreng murah untuk rakyat.
Pemasok terbanyak adalah PT Perkebunan Nusantara III, IV, V, dan XIII dengan kontribusi 20.000 ton per bulan, lalu PT Smart Tbk sebanyak 10.000 ton, dan beberapa perusahaan lain berkisar 3.000-5.000 ton. Komitmen kontribusi produsen lainnya masih ditunggu sampai Rabu (2/5). Fahmi mengatakan, produsen yang berkontribusi maupun tidak, akan diumumkan kepada publik setiap minggu.
Presiden Komisaris Smart Franky Widjaja mengatakan, pihaknya mendukung keputusan pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng nasional.
Sementara itu, Menperdag mengatakan, pemerintah tidak akan mengendalikan ekspor atau menaikkan pajak ekspor untuk menstabilkan harga minyak goreng. Opsi yang diambil hanya operasi pasar selama sebulan di Jakarta,
“Jika seluruh produsen turun tangan, kami berharap Mei ini harga minyak goreng curah sudah mencapai Rp 6.500 per kilogram,” kata Mari.
Departemen Pertanian memperkirakan produksi CPO 2007 mencapai 16,5 juta ton. Naik 500.000 ton dari tahun 2006. Sementara ekspor CPO tahun 2006 mencapai 12,1 juta ton dan 3,8 juta ton diserap pasar dalam negeri.
Pajak ekspor
Seusai rapat, seluruh peserta diterima Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di Istana Wapres. Wapres mengancam akan menaikan pajak ekspor CPO dan turunannya jika produsen tidak sukarela memasok bahan baku untuk minyak goreng. Pajak eskpor untuk CPO saat ini sebesar 1,5 persen dari harga CPO. Sedangkan pajak eskpor untuk minyak goreng sebesar 03, persen.
Wapres juga meminta agar jumlah operasi pasar dinaikkan 112.500 ton minyak goreng.
untuk operasi pasar selama satu bulan agar dapat menurunkan harga minyak goreng sampai Rp 6.500-6.800 per kilo di lima kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan dan Makassar.
“Wapres menyatakan itu cocok. Namun, beliau minta ditambah lagi untuk operasi pasar menjadi 150.000 ton CPO atau sekitar 112.500 ton. Jika itu juga tidak tercapai, maka Wapres mengancam menaikan pajak eskpor CPO dan turunannya,” tandas Derom. (har/ham). source : kompas.com
Ditulis oleh jemmykosasih
Ditulis oleh jemmykosasih
Ditulis oleh jemmykosasih