hukum Pancasila vs hukum Islam

April 29, 2008

Beberapa tahun belakangan ini kalo diperhatikan popularitas hukum Islam lebih tinggi ketimbang hukum Pancasila, apakah ini menandakan Indonesia ingin dijadikan negara Islam? walaupun saya bukan umat Islam, tapi saya pikir lebih baik pemerintah mengambil tindakan tegas dalam menganut suatu hukum, dan proses hukum yang ada di Indonesia terkesan lambat. contoh kasus kepemilikan TITD Thian Gie Kiong di Samarinda yang sudah lebih dari setahun prosesnya tapi belum kelar-kelar. Berapa waktu yang dihabiskan untuk proses hukum? berapa harta yang dihabiskan untuk menyelesaikan kasus ini? Mubazir rasanya kalo kasus di sidangkan yang tidak jelas juntrungannya dalam artian hukum Pancasila yang notabene masih warisan dari VOC sdah dianggap expired dengan jaman sekarang ini. Banyak pejabat yang korupsi dan hanya diberikan hukuman penjara beberapa tahun. Sedangkan untuk hukum Islam, jangankan korupsi sampai bermilyar-milyar, mencuri saja hukumannya potong tangan. apa berani pejabat-pejabat memberlakukan hukum Islam?


kota sejuta motor

April 20, 2008

Samarinda saat ini sudah seperti kota-kota besar di pulau Jawa yang padat lalu lintasnya. bukan karena penduduknya yang padat, tapi karena ruas jalan yang tidak laik untuk dilalui, ditambah lagi banyaknya jumlah sepeda motor yang ada di Samarinda. Faktor kemudahan memiliki sepeda motor baru, yang didominasi produk dari jepang yang notabene selalu mengeluarkan produk baru, menjadikan Samarinda menjadi salah satu kota yang bisa disebut sebagai kota sejuta motor :)


air selalu mencari tempat yang lebih rendah

April 18, 2008

seperti air yang mengalir mencari tempat yang lebih rendah, begitu pun dengan dagang, pembeli umumnya mencari harga termurah atau terendah barulah barang dikatakan best seller ataupun tidak.


adu murah tarif telpon

April 6, 2008

setelah baca referensi tarif gsm mas khalid aku berpikir kalo tarif termurah untuk kelas handpone gsm diduduki oleh xl, tapi kualitas jaringan menurun dan sering unlimited service alias nggak bisa dipake buat incoming dan outgoing call, untuk tarif simpati pede juga murah setelah menit pertama, tapi kemaren pas saya coba contact ke jakarta dan bandung dengan nomer sesama telkomsel kualitas suara putus-putus dan sering hilang alias lost packet, untuk im3 lumayan bening suaranya tapi di limit cuma sampe 24 menit putus sendiri, hal itu sudah saya coba berulang kali, jadi kesimpulannya tarif o,ooo…1 rupiah hanya akal-akalan operator saja untuk menaikkan jumalh trafik nya.

coba kita bandingkan dengan tarif operator telepon internet skype yang gratis antara sesama pengguna skype, bisa sambil ketik-ketik message, buka video converencing, kirim file, dll. semuanya serba gratis. syaratnya yaitu ada konseksi ineternet cepat atau biasa disebut broadband access. untuk device di negara maju sudah mulai dipasarkan telepon internet yang mirip hape biasa. realitanya di Indonesia masih sangat sedikit hotspot yang dibangun pemerintah, pemerintah masih sibuk dengan proyek-proyek mercusuar dan subsidi untuk rakyat miskin seperti minyak tanah, bbm, sembako, dll. pemerintah hanya memberi ikan kepada masyarakatnya dan bukan memberi pancing. alhasil masyarakat hanya bisa menunggu kucuran dana dari pemerintah dan sulit untuk maju. pemerintah harusnya memangkas jumlah pegawai negeri sipil yang tidak produktif, misalnya dengan phk dan lain sbagainya jadi anggaran untuk gaji pegawai negeri menjadi lebih ringan. kembali ke masalah telepon internet, jika seandainya pemerintah mengeluarkan peraturan kepada setiap operator seluler yang mendirikan tower atau bts mengharuskan menyediakan hotspot di setiap towernya, dan biaya perawatan dan pengelolaannya akan diberikan kepada pihak penyelenggara internet di Indonesia, dan sifatnya tender yang terbuka. jika sudah ada niat untuk mengadakan hotspot rakyat Indonesia sudah tidak bodoh lagi seperti sekarang dan mudah-mudahan bisa menjadi lebih baik lagi.