melihat kinerja PLN beberapa tahun belakangan ini sudah sangat buruk kinerjanya, apalagi yang terjadi dengan kasus teman saya di alamat link ini (http://harry.sufehmi.com/archives/2008-03-24-1615/) sudah bukan rahasia setiap oraganisasi pemerintahan kinerjanyatidak sebaik swasta / perusahaan go public yang kinerjanya ditentukan dengan nilai jual saham nya dilantai bursa,apabila kinerjanya turun maka sahamnya turun, yang terjadi adalah jika kinerjanya turun pemerintah petantang petenteng menghamburkan uang rakyat dengan program subsidi yang nggak jelas ujung pangkalnya, dan tidak ada hasilnya. pun juga dengan pertamina yang menguasai hampir semua kilang minyak di Indonesia, dan parahnya produk-produk turunan dari minyak bumi seperti minyak tanah sering langka dipasaran, padahal suplay menurut pertamina sudah melebihi dari cukup. begitu juga dengan elpiji, kalimantan yang setiap hari sumber daya alamnya disedot sama pertamina tidak dapat memenuhi permintaan elpiji, walaupun kejadian kelangkaan ini tidak terjadi tidak setiap hari, namun sangat terasa jika pasokan untuk samarinda sudah sedikit. kalo sudah begini siapa yang disalahkan? semua rakyat harus mempertanggungjawabkan atas kelakuan para wakil rakyat yang nggak bisa ngurusin perusahaan negara. hanya satu kata untuk mengatasinya. go public. walaupun ada yang tidak suka dengan alasan menjual negara atau apalah sebutannya, tapi kita lihat saja telkom yang dulu namanya perumtel bisa kita rasakan manfaat yang lebih besar dari proses swastanisasi perusahaan negara.