apa sih biodiesel itu?

September 28, 2007

Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono–alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan.

Sebuah proses dari transesterifikasi lipid digunakan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang asam lemak bebas. Setelah melewati proses ini, tidak seperti minyak sayur langsung, biodiesel memiliki sifat pembakaran yang mirip dengan diesel (solar) dari minyak bumi, dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, dia lebih sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan bahan bakar diesel petrol murni ultra rendah belerang yang rendah pelumas.

Dia merupakan kandidat yang paling dekat untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi transportasi utama dunia, karena ia merupakan bahan bakar terbaharui yang dapat menggantikan diesel petrol di mesin sekarang ini dan dapat diangkut dan dijual dengan menggunakan infrastruktur sekarang ini.

Penggunaan dan produksi biodiesel meningkat dengan cepat, terutama di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia, meskipun dalam pasar masih sebagian kecil saja dari penjualan bahan bakar. Pertumbuhan SPBU membuat semakin banyaknya penyediaan biodiesel kepada konsumen dan juga pertumbuhan kendaraan yang menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar.

Membuat biodiesel

Pada skala kecil dapat dilakukan dengan bahan minyak goreng 1 liter yang baru atau bekas. Methanol sebanyak 200 ml atau 0.2 liter. Soda api atau NaOH 3,5 gram untuk minyak goreng bersih, jika minyak bekas diperlukan 4,5 gram atau mungkin lebih. Kelebihan ini diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas atau FFA yang banyak pada minyak goreng bekas. Dapat pula mempergunakan KOH namun mempunyai harga lebih mahal dan diperlukan 1,4 kali lebih banyak dari soda. Proses pembuatan; Soda api dilarutkan dalam Methanol dan kemudian dimasukan kedalam minyak dipanaskan sekitar 55 oC, diaduk dengan cepat selama 15-20 menit kemudian dibiarkan dalam keadaan dingin semalam. Maka akan diperoleh biodiesel pada bagian atas dengan warna jernih kekuningan dan sedikit bagian bawah campuran antara sabun dari FFA, sisa methanol yang tidak bereaksi dan glyserin sekitar 79 ml. Biodiesel yang merupakan cairan kekuningan pada bagian atas dipisahkan dengan mudah dengan menuang dan menyingkirkan bagian bawah dari cairan. Untuk skala besar produk bagian bawah dapat dimurnikan untuk memperoleh gliserin yang berharga mahal, juga sabun dan sisa methanol yang tidak bereaksi.
Mengapa minyak bekas mengandung asam lemak bebas?.

Ketika minyak digunakan untuk menggoreng terjadi peristiwa oksidasi, hidrolisis yang memecah molekul minyak menjadi asam. Proses ini bertambah besar dengan pemanasan yang tinggi dan waktu yang lama selama penggorengan makanan. Adanya asam lemak bebas dalam minyak goreng tidak bagus pada kesehatan. FFA dapat pula menjadi ester jika bereaksi dengan methanol, sedang jika bereaksi dengan soda akan mebentuk sabun. Produk biodiesel harus dimurnikan dari produk samping, gliserin, sabun sisa methanol dan soda. Sisa soda yang ada pada biodiesel dapat henghidrolisa dan memecah biodiesel menjadi FFA yang kemudian terlarut dalam biodiesel itu sendiri.Kandungan FFA dalam biodiesel tidak bagus karena dapat menyumbat filter atau saringan dengan endapan dan menjadi korosi pada logam mesin diesel. (from wikiedpia).


kisah dua pedagang permen

September 13, 2007

Kisah ini pernah cukup populer tetapi saya sendiri tidak ingat lagi di mana untuk pertama kalinya kisah itu  saya baca. Konon, di suatu jalan di depan sekolahan terdapat dua toko permen. Keduanya menjual jenis-jenis permen yang persis sama. Tetapi toko yang satu selalu pernuh dengan anak-anak yang berebutan membeli permen. Toko lainnya hampir tidak ada pembelinya. Para calon salesmen atau SPG disuruh mengamati mengalami sampai terjadi gejala aneh seperti itu.

Sebagai hasil pengamatan ternyata pemilik toko yang ramai itu sangat pintar aritmatika dalam hal tambah menambah.  Sedangkan pemilik toko yang lainnya juga sangat pintar aritmatika tetapi dalam hal kurang mengurang.

Pemilik toko permen yang ramai itu selalu mulai menimbang dalam dengan jumputan kecil. Kemudian ia terus menambahkan permennya sehingga dacingnya seimbang. Setelah seimbangpun ia masih menambahkan pula satu dua permen sehingga dacingnya berat ke sebelah permen daripada ke sebelah batu timbangan.

Sebaliknya pemilik toko yang lain selalu mulai dengan sejumputan besar permen. Kemudian ia mengurangi permen itu sedikit demi sedikit sampai akhirnya dacingnya seimbang.

Selain daripada itu penjual permen yang murah hati itu juga murah senyum, senang bercanda, sehingga langsung disukai anak-anak. Lawannya seorang yang kikir senyum, bermata curiga dan bermulut kerang.

Ternyata pemilik toko yang satu memahami benar psikologi anak kecil. Anak-anak itu gembira setiap kali menyaksikan permennya ditambah dan ditambah. Bahkan sudah setimbangpun masih diberi kelebihan pula. Sedangkan lawannya kurang memahami psikologi anak kecil. Mereka melihat permen pada awalnya begitu banyak. Tetapi setiap kali dikurangi hati mereka menjadi ciut dan semakin ciut. Walaupun akhirnya dacingnya setimbang tetapi kesan setiap kali permennya dikurangi itu terus membekas di hati anak-anak. Sama sekali tidak ada kegembiraan berbelanja di sana. Sebaliknya di toko yang lain itu selain sudah seimbang masih diberi tambahan bonus lagi beberapa butir permen.

Bagi saya filosofi pedagang permen yang laris itu bukan sekedar masalah memahami psikologi anak saja. Ia mengajarkan kepada saya bahwa nilai kemurahan hati lebih baik dan sekaligus lebih menguntungkan dibandingkan dengan nilai keadilan yang normatif. Kapanpun dan di manapun orang lebih menyukai dan menghargai kemurahan hati dibandingkan dengan keadilan.

Hal ini juga berlaku dalam manajemen. Perusahaan yang murah hati dalam ’social benefits’ ternyata lebih dicintai oleh para karyawannya. Mereka mengalami turn over karyawan yang lebih rendah dibandingkan perusahaan yang membayar pas menurut syarat-syarat UMR. Bahkan seandainya upah nominal resmi mungkin lebih kecil sedikit dengan perusahaan-perusahaan lainnya mereka memilih untuk tidak pindah kerja. Ada kelompok perusahaan besar yang memberikan tunjangan kendaraan kepada para karyawannya selepas mereka bekerja sekian (misalnya tiga) tahun. Entah itu berupa mobil, sepeda motor atau sekalipun hanya sekedar sebuah sepeda bagi para karyawannya (tukang sapu, janitor, OB dsb) tetapi ada suatu kepastian. Kepastian ini yang sangat dihargai oleh para karyawannya. Kemudian setelah mereka bekerja sekian (misalnya lima atau enam) tahun pasti diberikan tunjangan perumahan. Sekalipun itu merupakan kredit KPR atau RSS atau hanya dalam bentuk kaveling tanah 15 M2 sekalipun. Yang menarik karyawan adalah kepastian mendapat tunjangan fisik perumahan itu sendiri. Demikian pula tentunya dengan kepastian fisik lainnya seperti saham kosong, kepemimpinan pada anak perusahaan, dana pensiun, dana ziarah dsb.

Kisah sederhana dua pedagang permen itu juga memberikan inspirasi tentang perang gerilya dalam pemasaran produk. Dalam kasus seperti yang pernah saya alami di mana kami harus bersaing dengan produk impor juga demikian. Kita mengalami “absolut disadvantages” atau bahasa sederhananya situasi kalah total. Situasi mentimun lawan durian di pasar. Sama seperti gerilyawan melawan pasukan konvensional, jadi harus pintar-pintar mencari akal bulus dan harus menang cerdik.

Dalam hal ini analogi dengan pedagang permen tadi diibaratkan posisi kuat pesaing itu sebagai batu timbangan. Sedangkan kemampuan kreativitas sendiri sebagai jumputan permen. Kemenangan hanya ditentukan oleh butir permen terakhir yang membuat sisi permen lebih berat dibandingkan dengan sisi batu timbangan.  Karena perusahaan kecil tidak mampu memberikan service ’serba wah’ (batu besar) kepada para pelanggan maka strateginya harus memperbanyak batu kerikil (atau permen) sehingga piring dacingnya “njomplang”.

Dalam “corporate social responsibility” kemenangan ditentukan oleh service kecil terakhir yang diberikan kepada para pelanggan.  Entah cuma berupa perbaikan atap sekolah SD di dekat pabrik, memperbaiki jembatan, mengaspal jalan, menambah lampu jalan, dsb.

Intinya sebenarnya sederhana saja. Berikan kepada konsumen service berupa apa yang mereka dambakan dan bukannya apapun yang kita ingin berikan kepada mereka. Dalam pergaulan sosial juga demikian. Madu yang kita tawarkan bila tidak diinginkan akan dianggap tidak berbeda dengan racun. Sebaliknya bila yang diinginkan hanya sekedar tempe bacem dan sayur asem, maka steak yang kita tawarkan dengan gratis juga akan kurang diapresiasi. (sumber : forums siutao)


internet gratis di masjid agung surabaya

September 11, 2007

Surabaya – Masjid, selain sebagai tempat ibadah, tentu saja memiliki peran yang signifikan dalam berbagai kajian kehidupan multi dimensi. Apalagi jika kemudian masjid memiliki akses ke Internet sebagai sumber informasi tanpa batas. Untuk itulah maka Masjid Agung Surabaya Al Akbar melengkapi dirinya dengan Wi-Fi (hotspot) Internet berkecepatan tinggi.

Layanan hotspot Internet tersebut, yang difasilitasi oleh Telkom Speedy, dapat dinikmati oleh masyarakat dan jamaah dalam radius hingga 100 meter dari Masjid Al Akbar tersebut. “Kehadiran internet di area Masjid Agung Al Akbar ini akan mengoptimalkan akses informasi sebagai sarana yang terbaik untuk membangun masyarakat di bidang pendidikan, pengetahuan dan terutama wawasan keagamaan,” ujar Djadi Soegiarto, Manager Komunikasi Divre V melalui keterangan tertulis yang diterima detikINET, Selasa (11/9/2007).

Dukungan Telkom dalam membangun infrastruktur hotspot Internet di masjid yang berdaya tampung 30 ribu jamaah tersebut, antara lain dengan penyediaan modem wireless access point, penyediaan akses Internet Speedy cuma-cuma hingga akhir tahun 2007 dan penyediaan line akses Internet di sejumlah lokasi seputaran Masjid.

“Dengan dipasangnya hotspot Internet di Masjid Agung Surabaya tersebut, maka ini adalah masjid pertama di Indonesia yang dilengkapi Wi-Fi Speedy Hot Spot,” ujar Djadi. Penandatanganan kerjasama antara Telkom dengan pengelola Masjid Agung Surabaya Al Akbar tersebut diwakili oleh Executive GM Telkom Divre V Mas’ud Khamid dan Direktur Utama Masjid Agung Surabaya Endro Siswantoro.

Tentu saja fasilitas hotspot Internet yang disediakan oleh Masjid Agung Surabaya ini dapat menjadi contoh bagi masjid lain di Indonesia. Apalagi selama bulan puasa, jamaah bisa menggali ilmu dunia akhirat tanpa batas sambil menunggu saat berbuka puasa. ( dbu / dbu )   sumber : detik.com


telpon xl berlakukan tarif adil

September 4, 2007

barusan kemaren migrasi dari jempol ke bebas, tapi lupa nyimpen phonebook jempol, alhasil ya nggak ada kontak person di hape gue, tapi nggak masalah yang penting nelpon makin iri, ke sesama xl se indonesia cuma 1 rupiah per detik (syaratnya bayar 1200 rupiah dulu pada 2 menit pertama), ke operator lain 25 rupiah per detik pada 2 menit pertama dan 10 rupiah per detik pada menit ketiga dan seterusnya. tarif dihitung per detik yang membuat xl sangat adil dalam pentarifan. kalo sudah gini harus bawa charger kemana-mana soale bakal nelpon lama hihiiihiihiihi…beritanya bisa dibaca di detik.com berikut ini

Jumat, 24/08/2007 16:24 WIB

Kejar Pelanggan, XL Andalkan Tarif Rp 1

Fino Yurio Kristo – detikinet

<!––>Jakarta – PT Excelcomindo Pratama Tbk. (XL) mengandalkan program pemasaran tarif promosi pada produk kartu prabayarnya sebagai senjata menghadapi kompetisi serta demi mengejar target pelanggan.

Direktur Pemasaran XL, Nicanor V. Santiago III, mengatakan faktor tarif murah merupakan salah satu alternatif yang menjadi pilihan pelanggan dalam memilih kartu prabayar. “Program tarif Rp 1 per detik untuk produk kartu prabayar Bebas yang akan kami tawarkan secara nasional merupakan senjata kami dalam menghadapi kompetisi dan mengejar target pelanggan,” ujarnya dalam press gathering XL Bebas, Omah Dhowur, Yogyakarta, Jumat (24/8/2007).

GM Marketing Prepaid Product Bayu Samudiyo, menambahkan, promosi tarif merupakan salah satu dari tiga strategi XL untuk menghadapi persaingan pasar. Dua strategi lainnya, lanjut Bayu, adalah cakupan jangkauan dan kualitas layanan.

Bayu menjelaskan, program tarif Rp 1 per detik merupakan program promosi pemasaran lanjutan yang sebelumnya telah digelar di Sumatera dan Sulawesi. Dengan program ini, Bayu mengklaim telah terjadi peningkatan jumlah pelanggan dan trafik yang cukup signifikan.

“Di Sumatera dan Sulawesi yang memiliki pelanggan 300.000 dan 200.00 trafik percakapan kami naik dua kali lipat. Dan pelanggan aktif juga bertambah 25 persen dalam waktu 5 minggu sejak program ini diberlakukan. Dengan promosi baru, ekspektasi kenaikan di area lain sama,” harapnya.

“Sebelum rata-rata minutes of usage (lama precakapan-red) di Sumatera dan Sulawesi sekitar 40 detik per pelanggan. Dengan program itu naik menjadi 97 detik per pelanggan,” ujar VP Network Planning XL, Kukuh Saworo.

Kukuh mengatakan program tarif tidak akan berhasil tanpa kehandalan dan kinerja jaringan. Ia mengungkap XL saat ini telah membangun lebih dari 9.000 pemancar telekomunikasi, 1.200 di antaranya adalah pemancar 3G.

“Jumlah BTS kami akan meningkat 80 persen dari tahun lalu. Dari sekitar 6.000 BTS akan menjadi 10.000 sampai 11.000 BTS,” paparnya. ( wsh / wsh )