internet effect

April 26, 2007

pasang internet 24 jam dirumah bikin badan kurus, gimana nggak? jam tidur jadi berkurang dan makan kadang2 jadi lupa karena keasikan cari artikel-artikel dan ikutan milis. dengan bermodal modem adsl yang harganya sekarang dibawah 500 ribu, dan biaya bulanan 200 ribu, kita sudah bisa pake sepuasnya, dengan catatan hanya dibatasi 1 gb kuota atau pemakaian 1 bulannya hanya 1 giga untuk jumlah file terkirim dan diterima, untuk mengontrol supaya nggak ada trojan yang bisa menguras bandwith, gunakan saja netlimiter, karena dengan net limiter, kita bisa tahu apa saja proses yang terjadi untuk pengiriman data dan penerimaan data dari dan ke internet. software ini bisa di download di http://www.netlimiter.com, walaupun shareware bisa dicarikan “jamu” di internet biar bisa dipake selamanya. untuk antivirus bisa dipake avg punya grisoft, sekarang sudah versi 7.5 menggantikan versi sebelumnya, antivirus harus di update minimal 1 minggu, untuk menambah database jumlah virus yang dikenali, sampe detik ini tidak ada virus yang hinggap di komputerku, walaupun ada flashdisk dari user aku yang ada virusnya, sudah nggak khawatir lagi karena antivirus yang satu ini termasuk yang reliable atau bisa dipercaya.

kuota 1 gb dari speedy kalo dipake hanya untuk internet biasa pasti masih banyak sisanya, jadi…kalo sudah minggu ke empat masih sisa kuota banyak, ya aku pake software peer to peer ares buat ambil lagu mp3 manca ataupun mp3 indonesia, semakin banyak peminatnya semakin banyak server yang bisa kita hubungi, misalnya lagu barunya dewa yang judulnya dewi dari album kerajaan cinta, kemaren sore baru aku sedot dari ares, karena sumbernya banyak ada sekitar 6 user yang punya file ini, makanya sudah gampang sedotnya, kalupun ada yang dc sewaktu-waktu masih ada server lain.

untuk yahoo messenger yang biasa aku pake di warnet paling banter 3 jam, karena masalah finansial dan kurang private, kalo ngenet di rumah sendiri bisa 24 jam on terus itu ym. terus selain itu kita juga bisa bikin warnet kecil untuk direntalkan ke tetangga2 kita, lumayan jadi penghasilan tambahan.

tapi harus diingat internet sebaiknya harus dibatasi penggunannya karena kita sudah pasti terbelenggu di depan komputer tanpa bisa berkreasi di dunia nyata, dengan kata lain nyari duit jadi kendor. waspadalah…waspadalah…!!!


sekilas teknologi LAN yang paling Low Cost

April 16, 2007

Thin client adalah jenis infrastruktur IT dimana client/workstation/desktop hanya menampilkan layar/output, dan tidak melakukan proses komputasi lainnya. Semua pekerjaan dilakukan di server. Karena itu client tidak membutuhkan komputer dengan spesifikasi yang “mewah”. Pentium II dengan memory 32 MB sudah lebih dari cukup, dan hard disk tidak diperlukan.

Arsitektur thin client kadang juga dikenal dengan istilah centralized atau server-based computing.

Contoh berbagai solusi thin client misalnya Windows Terminal Server, Citrix Metaframe, NX, dan, yang akan dibahas sekilas disini, LTSP.

Ada banyak kelebihan solusi berbasis thin client jika dibandingkan dengan desktop konvensional :

  1. Investasi hardware jauh lebih murah : Dimana biasanya untuk setiap staf baru kita perlu membelikan sebuah komputer Pentium IV dengan memory minimal 256 MB, dengan thin client maka kita cukup membelikan komputer bekas Pentium II dengan memory 32 MB — namun performanya tetap dapat menyamai Pentium IV
  2. Longer hardware lifecycle : selain investasi hardware lebih murah seperti yang telah disebut diatas, juga umur hardware menjadi lebih panjang. Dimana biasanya mungkin kita perlu meng upgrade komputer desktop setiap 3-4 tahun, dengan solusi thin client, maka komputer bisa digunakan sampai lebih dari 5 tahun dengan performa yang tetap sangat baik.
  3. Maintenance : Jauh lebih mudah, tidak mengganggu user, dan tidak memakan waktu. Dimana biasanya jika ada komputer rusak maka kita perlu waktu minimal satu hari (backup data user, install ulang komputer, restore data user). Maka, dengan thin client kita cukup mengganti komputer user dengan komputer Pentium II lainnya; dan user dapat kembali bekerja dalam waktu hitungan menit.
  4. Manajemen desktop : juga menjadi jauh lebih mudah – contoh: jika ada 100 desktop, maka kita perlu melakukan 100 kali instalasi seluruh software yang ada. Namun dengan solusi thin client, maka kita hanya perlu instalasi satu kali, dan 100 desktop otomatis akan mendapatkannya juga.

    Kita juga bisa mudah “mengunci” desktop client, sehingga mereka tidak bisa memasang software-software tanpa sepengetahuan kita — dimana ini adalah salah satu penyebab utama masuknya virus / spyware / trojan, dengan dampak susulan yang bisa sangat fatal bagi perusahaan.

  5. Upgrade mudah & murah : untuk meningkatkan kinerja seluruh desktop, seringkali dapat dilakukan cukup dengan upgrade memory di server dan/atau upgrade switch. Dibandingkan dengan desktop biasa, dimana jika ada 100 desktop maka total biaya upgrade dikalikan dengan 100 buah komputer, sangat mahal & tidak efisien.
  6. Keamanan data : karena semua data tersimpan di server, maka bisa lebih mudah kita amankan dari oknum staf (corporate espionage, internal hacker, dst). Desktop thin client juga bisa kita “kunci” sehingga semua fasilitas akses datanya (disket, USB, dll) tidak berfungsi (sehingga oknum staf tidak bisa mencuri data dari komputernya dan dibawa keluar perusahaan)

Nah, LTSP, sebagai salah satu solusi thin client, memiliki semua kelebihan yang tersebut diatas, dan masih ditambah lagi dengan :

  1. Bebas biaya lisensi : karena berlisensi GPL (open source). Bandingkan misalnya dengan solusi Windows Terminal Server, atau Citrix, yang bisa dengan mudah menembus angka ribuan atau puluhan ribu dolar.
  2. Fleksibel, mudah di upgrade : saya telah mengalami sendiri bagaimana mudahnya upgrade ke versi terbarunya; cukup install versi terbaru (yang akan terpasang di direktori yang berbeda dari versi sebelumnya), copy file-file konfigurasi yang lama — dan voila, selesai.
  3. Netral : apapun distro Linux yang anda gunakan, hampir bisa dipastikan bahwa LTSP bisa dipasang disitu

Apakah LTSP itu sendiri ? Secara teknis, LTSP adalah satu set script yang memungkinkan kita menampilkan layar server di client, itu saja pada intinya. Tentu saja di dalamnya jauh lebih kompleks — ada fasilitas remote boot, remote file system, hardware auto detection, remote multimedia & output, dll.

Apakah ada kelemahan LTSP ? Tentu saja, tidak ada teknologi yang tidak mempunyai kelemahan. Sejauh ini ada beberapa, seperti penggunaan bandwidth yang agak lebih boros daripada Citrix (diperkirakan max. 50 client di satu segmen network 100 mbps), dan single point of failure di server.
Tapi ini semua bisa diatasi dengan perencanaan yang baik, rutinitas backup data yang dilakukan secara disiplin, dan strategi disaster recovery yang tepat (dimana proses recovery dapat dilakukan dalam hitungan menit saja).

Demikian sekilas informasi mengenai thin cllient & LTSP. Semoga bermanfaat.


internetan di pesawat

April 12, 2007

We have great investors. Not only did they fund Skype, but they work a lot with us on a daily basis, giving us tons of great ideas and installing latest off-the-press untested alpha builds that tend to break computers sometimes and go through all that. So now we got Howard Hartenbaum make what was probably one of the first Skype videocalls from onboard an airplane. (According to Niklas, Howard was Skype’s first investor.)

From: “Howard Hartenbaum”
Sent: 7/21/05 5:49:00 PM
Subject: the world’s first skype video call from an airplane
I just got off a video test call from a Lufthansa flight over the Atlantic on Boeing Connexion wifi service. I saw Heidy waving to me from the cafeteria in Tallinn. Excellent video quality. Excellent experience. Video is going to be huge.
Howard

 

bisa internetan dipesawat…it’s cool…kapan indonesia bisa kayak gitu?